Senin, 31 Juli 2017

Jakarta? Tangerang? Sepenggal Kisah di Perantauan.


Halo pembaca yang budiman, sebenarnya sudah lama ada niat ingin menulis tapi banyak alasan secara langsung maupun tidak langsung yang membuat tidak bisa menulis. Mungkin cerita blog kali ini lebih menjurus ke curhat ya. Dalam kesempatan kali ini aku ingin membahas tentang pengalamanku setelah meninggalkan kampung halaman dan tinggal di kota orang, lebih spesifiknya tentang perpindahan lokasi kerja.

Pada zaman dahulu, kira-kira 10 bulan yang lalu aku mulai bekerja di jakarta :D.  Disini banyak suka duka yang kujalani sebagai tenaga IT. Dari pekerjaan dikantor yang monoton, pergi pagi pulang pagi, lembur tak dibayar pulang tak diantar, nongkrong di warkop sambil makan indomie, main dota sampe ketiduran, tiap minggu kalau bisa beribadah di gereja yang berbeda dari gereja minggu lalu demi mencari suasana baru "kenalan baru" haha.

Pada awalnya aku bekerja di Jakarta dan mengerjakan beberapa projek di perusahaan ternama, stadest.. :v!!!  Setelah projek yang kami kerjakan go live aku dipindahkan ke Tangerang BSD untuk mengerjakan projek berikutnya. Sebagai karyawan yang profesional tentunya aku bersedia pindah kantor sehingga akupun sekalian pindah tempat tinggal dari jakarta ke tangerang. Tinggal di BSD itu seperti memulai peradaban baru, harus bisa beradaptasi dengan habitat baru, nyari teman baru.

Dari sisi positif tempat ini adalah kawasan elit (rata-rata orang kaya) dan tempat ini tidak seperti ibu kota jakarta yang macet, disini juga jauh dari polusi, jauhlah dari kata ramai, dan jauh dari godaan kerlap kerlip ibukota.. --" tetapi dari sisi negatif tempat ini jauh dari teman-teman parsaoran, bahkan kantor sekarang jauh dari warteg, semua serba mahal dan 'mungkin' jauh juga dari jodoh.. :(
Didaerah kantor ini komunitas pertemanan masih kurang karna pada dasarnya daerah ini masih sepi seolah tak terjamah manusia haha.

Karena daerah ini masih sepi, membuat rutinitasku setiap haripun kurang bervariasi, senin-jumat kerja, sabtu hibernasi alias tidur seharian, minggu ke gereja. Intinya jadi susah nambah teman-teman baru diluar lingkungan kantor. Kalaupun ada kesempatan bertemu cew baru di BSD, segan kalilah ngajak kenalan. Karna rata-rata gaya hidup disini udah selangit, gk bisa dompet awak mengimbangi nya haha. Penampilan mereka stylish macam artis. Tapi kalau dipikir-pikir ke SURGA pun sendiri nya, jadi gk boleh terlalu bergantung harus punya teman. haha

Kalau dulu waktu dikampus masih gampanglah nyari kenalan baru, masalahnya ini bukan di Del dimana proses PDKT bisa berjalan melalui tutorial semata haha (low budget), kalau sudah begini jadi rindu ingin pulang ke kampung halaman, ganti nama, dan jualan tahu bulat saja haha.  Belum lagi kalau diperhatikan ditempat ini banyak yang rasis, kita harus pintar menempatkan diri dan jangan ikut terbawa bawa. Tapi bagaimanapun kondisinya diperantauan setelah kupikir-pikir pantang pulang sebelum berhasil. :D #labil

Tidak banyak hal baru positif yang bisa didapat ditempat ini. Kalau dari segi hiburan disini memang lumayan seru dibandingkan jakarta, kalau dulu dijakarta kerjaan malam minggu pasti main dota dengan teman-teman di kost sampai pagi (itu pelarian paling masuk akal), tapi sejak di tangerang sekarang cara menghibur diri sudah naik 1 level, mendekati malam minggu gini enaknya pergi ke summarecon mall serpong untuk liat SPG cantik eh (live musik maksudku) haha. Banyak cabe-cabean pacaran disini, Jadi teringat saat aku SMP aku liat orang orang dewasa pacaran, tapi sekarang saat aku dewasa aku liat anak SMP aja udah pacaran. Hidup memang terkadang se lucu itu.

Setelah ber kantor di BSD aku tinggal di citra raya rumah abangku, jarak citra raya ke kantor BSD kurang lebih 21Km (kira-kira 3x Laguboti-Balige lah) dan aku biasanya ke kantor naik kereta (Read : Sepeda motor) memang agak jauh tapi demi mengurangi anggaran pembelanjaan bulanan dan menambah pundi-pundi sinamot semua harus siap untuk dijalani, Karna kata orang ada boru ni raja yang sedang menunggu untuk di halal kan haha.

***
Cukup sekian dulu ceritaku, Semoga memberikan mafaat kepada pembaca.
Terimakasih. Hehe



Sabtu, 14 Januari 2017

Romantika Dunia Kerja

Halo readers, lama tak bersua. Ini tulisan pertama di tahun 2017 di blog ini, banyak cerita yang harusnya bisa ditulis, tetapi rutinitas hidup sudah berubah jadi gk sempat banyak2 menulis. Udah bekerja, udah cari uang sendiri, dan subsidi dari kampung halaman pun sudah di putus karena status bukan tanggungan orang tua lagi haha.

Disini saya gk membahas tentang dunia politik, karena terlalu mainstream sudah terlalu banyak tulisan terkait hal itu, buat apa ngurusin politik, bisa mengurus diri sendiri aja udah syukur, Malas melihat kebanyakn orang indonesia di sosial media sekarang, Dengarnya setengah, Ngertinya Seperempat, Mikirnya Nol, Tapi Ngomongnya Double  Haha. Jad kali ini saya akan bahas mengenai dunia kerja di perantauan. Banyak suka dukanya, Pertama nyari kerja itu pun susah-susah gampang, susah kalau tidak ada persiapan, gampang kalau memang sudah di persiapkan dan dibarengi doa.

Setelah lulus dari del, karena status sudah berubah dari mahasiswa menjadi pengangguran maka dimulai lah proses pencarian kerja agar status di upgrade menjadi seorang pekerja haha. Kirim email lamaran ke perusahaan-perusahaan, belajar cara interview/wawancara yang baik, dan ternyata disinilah terbukti statement: Dapat email balasan dari HRD perusahaan lebih menyenangkan daripada dapat sms dari mantan. haha

Dalam mencari kerja pasti butuh proses, gk ada yang instant, butuh perjuangan, usaha, penolakan secara halus, maupun secara kasar haha, mengalami sakit hati, panasnya terik matahari, penistaan wkwk, cucuran air mata (hiperbola), keringat sebesar jagung, haha!!! Pada akhirnya semua indah pada waktunya, alias ada pelangi sehabis hujan, There is a light at the end of tunnel atau bahasa awamnya "Diterima bekerja" haha. Tapi kalau dipikir2 perjuangan tadi tidak seberapa, thomas alfa edison juga gagal 10000 kali sebelum menemukan bola lampu, Jadi intinya jangan pernah menyerah. Seperti kata-kata abang Malcolm Forbes : "You will fail, but if you learn from it, then failure is more like a stepping stone than a step back" artinya cek sendiri lah di google translate. haha

Saat bekerja pun di perantauan ini kita dilatih untuk mandiri, menjadi bendahara untuk diri sendiri, Yang sebelumnya gk pernah megang uang banyak ya harus bisa megang uang, gk mungkin mamak dikampung yang megang uang gaji kita haha, Jadi harus bisa manage pengeluaran. Biar bisa membedakan mana uang kost, uang makan, uang sinamot wkwk, uang untuk hiburan, dan tabungan masa depan. Kalau tidak, ya habis2 disitulah uang mu nanti. haha, Karena uang itu gk jatuh dari langit dan gk bisa digandakan haha, udah tau susahnya nyari uang, ya mikir2 lah kalau mau buat boros.
Bukti Hidup itu Keras


Bekerja itu capek namanya juga kita masih anggota, masih digaji dan belum menggaji. Masih terima suruhan bukan menyuruh, kita dibawah ya wajar merasa seperti itu, Namanya juga cari makan, Hidup ini keras, kalau kita lemah ya masuk jurang lah jadinya "SS". Tapi kalau dipikir-pikir lebih capek lagi yang gk punya kerjaan haha.... Tapi janganlah nasib ini seperti quotes MCI: Pergi gelap, pulang gelap, masa depan tetap gelap.



Ok sekian dulu, Terimakasih sudah membaca Selamat malam.